Minggu, April 18, 2021
  • Pendidikan
  • TV Literasi

Kacung Marijan: Kitab Ihya Ulumuddin Sebagai Pengendali Perilaku Elit Politik

Baca Juga

SURABAYA, SERUJI.CO.ID – Guru Besar Ilmu Politik Universitas Airlangga Surabaya, Prof. Kacung Marijan menganggap kitab Ihya Ulumuddin sebagai pengendali bagi para elit politik untuk senantiasa waspada dan tidak mudah terseret arus perilaku politik negatif.

“Ya ini kan Ihya Ulumuddin mengingatkan supaya kita hati-hati, sebenarnya adalah pengendali, ngunu yo ngunu tapi ojo ngunu, itu urusan duniawi, kalau diteruskan ya tidak baik, tidak usah terlalu serius, itu hal biasa. Karena pada akhirnya kita akan mati,” kata Kacung Marijan kepada SERUJI, usai acara Kopdar Ngaji Kitab Ihya Ulumuddin bersama Ulil Abshar Abdallah, di Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA), Jumat (23/3) malam.

Menurut Wakil Rektor UNUSA ini, dalam konteks tahun politik 2018 hingga 2019, kitab Ihya Ulumuddin dapat jadi pembelajaran dasar perilaku politik para elit dalam memanfaatkan wewenang dan jabatannya untuk mencapai kebaikan dan kemaslahatan bersama.

“Bertarung ya bertarung, itu hanya persaingan biasa, tujuannya fastabiqul qhairat, untuk mencapai kebaikan,” ujarnya.

Ia juga berpesan pada para politisi untuk tidak mudah menuduh dan mengumpat lawan politiknya melalui kemudahan bermedia sosial yang rentan dimanfaatkan oleh oknum tak bertanggungjawab.

“Yang dibahas kan permukaan, orang perlu paham betul duduk persoalan, jangan menghakimi sesuatu kalau kita tidak tahu persis duduk persoalan,” tandas Guru Besar Ilmu Politik Universitas Airlangga bidang perbandingan politik, Ahli tentang NU dan kebijakan publik ini.

Ihya Ulumuddin atau Al-Ihya merupakan kitab yang membahas tentang kaidah dan prinsip dalam menyucikan jiwa yang membahas perihal penyakit hati, pengobatannya, dan mendidik hati. Kitab ini merupakan karya yang paling terkenal dari Imam Al-Ghazali. (Luh/Hrn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terpopuler

Tingkat Literasi Pelajar Indonesia Masih Rendah, Inilah Hasil Survei PISA

Kompetensi membaca pelajar Indonesia menurut hasil survei PISA 2015 meraih nilai 397. Angka ini jauh di bawah  rata-rata OECD sebesar 493. Demikian pula skor kompetensi matematika hanya 386, tertinggal dari rata-rata OECD sebesar 490.

Inilah 14 Dosen IAIN Pekalongan Yang Lolos Nominee Bantuan Hibah Kemenag 2020

Pengumuman nominee tersebut merujuk pada Surat Keputusan yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia (Dirjen Pendis Kemenag RI) Nomor 5042 Tahun 2019, tertanggal 10 September 2019.

Berita Terkait

close