Kamis, Oktober 1, 2020
  • Pendidikan
  • TV Literasi

Kabupaten Indramayu Pastikan Tidak Akan Terapkan Sekolah 5 Hari

Baca Juga

INDRAMAYU – Pemerintah Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, secara tegas tidak akan menerapkan aturan Kebijakan Sekolah 5 hari atau yang disebut masyarakat ‘FUll Day School’  dalam kegiatan belajar-mengajar di SD dan SMP, karena telah ada Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2003 tentang Wajib Belajar Madrasyah Diniyah Awaliyah.

Bupati Indramayu Anna Sophanah di Indramayu, Kamis (24/8), menjelaskan, sejak beberapa tahun lalu Kabupaten Indramayu sudah menerapkan “full day school” dengan versi kedaerahan, yaitu dengan mengkombinasikan sekolah regulr dan sekolah madrasah.

“Dunia anak adalah dunia bermain dan berekspresi sehingga sejatinya pendidikan akan membuat ruang-ruang kebebasan berekspresi bagi anak dan membuka ruang menyatakan pendapat maupun ruang untuk mengoptimalkan berbagai jenis kecerdasan anak,” kata Anna.

Dia menginginkan keseimbangan pendidikan anak-anak Indramayu antara kecerdasan mental dan spiritual.

“Dulu madrasah di Indramayu masih terbatas, namun dengan kehadiran perda tersebut jumlah madrasah semakin banyak dan muridnya semakin banyak karena sebelum masuk SMP mereka harus menyertakan ijazah MDA,” tuturnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terpopuler

Kitab Kuning, (Apakah) Sudah Terlupakan?

Ada banyak nama sebagai sebutan lain dari kitab yang menjadi referensi wajib di pesantren ini disebut “kitab kuning” karena memang kertas yang digunakan dalam kitab-kitab tersebut berwarna kuning.

Inilah 14 Dosen IAIN Pekalongan Yang Lolos Nominee Bantuan Hibah Kemenag 2020

Pengumuman nominee tersebut merujuk pada Surat Keputusan yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia (Dirjen Pendis Kemenag RI) Nomor 5042 Tahun 2019, tertanggal 10 September 2019.

Berita Terkait

close