Selasa, Juni 2, 2020
  • Pendidikan
  • TV Literasi

Indonesia Terpilih Jadi Dewan Eksekutif IOC Unesco

Baca Juga

JAKARTA – Indonesia terpilih menjadi anggota Dewan Eksekutif Intergovernmental Oceanographic Commission Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan PBB (IOC UNESCO) untuk periode 2017-2019 pada “The 29th IOC UNESCO Assembly Meeting” di Markas Besar UNESCO, Paris.

Posisi Dewan Eksekutif ini disandang Indonesia bersama Australia, Jepang, Korea, Malaysia, Filipina, Pakistan, Thailand, dan Tiongkok. Dewan Eksekutif IOC UNESCO sendiri mewakili 334 negara di Asia Pasifik.

“Dengan terpilihnya Indonesia menjadi anggota Executive Member Council IOC of UNESCO untuk periode 2017 – 2019, pemerintah perlu mengupayakan peningkatan tata kelola, sarana dan prasarana ilmu pengetahuan dan teknologi kelautan, serta program riset kelautan straregis,” kata Asisten Deputi Bidang Iptek Maritim Kemenko Kemaritiman Nani Hendiarti dalam siaran pers di Jakarta, Jumat (30/6).

Nani menjelaskan keberhasilan tersebut tidak terlepas dari perjuangan panjang sejak Informal Consultation Process (ICP) tentang The Effects of Climate Change on Oceans yang digelar di markas PBB New York pada 15-19 Mei lalu yang kemudian dilanjutkan dengan Konferensi Kelautan Dunia di PBB New York pada 5-9 Juni 2017.

Sebagai negara kepulauan terbesar di Asia dan Pasifik, lanjut dia, posisi Indonesia sebagai Anggota Dewan Eksekutif akan membuka peluang semakin lebar dalam mewujudkan poros maritim dunia.

Kemenko Kemaritiman akan mengkoordinasikan upaya peningkatan tata kelola, sarana dan prasarana iptek kelautan serta program riset kelautan strategis.

“Selanjutnya Indonesia perlu memiliki Indonesian Ocean Data Center, yang nantinya menjadi bagian dari kontribusi Indonesia dalam IODE (International Oceanographic Data and Information Exchange) mendorong pembangunan kapasitas dan literasi kelautan untuk peneliti muda,” ujarnya.

Nani memaparkan riset kelautan bisa didorong dan ditingkatkan melalui Rencana Induk Riset Nasional (RIRN) dan strategi besar riset kelautan nasional yang sedang disusun bersama akademisi atau universitas berkoordinasi dengan Kemenko Kemaritiman.

Nani menjadi salah satu anggota delegasi RI dalam pertemuan tersebut. IOC UNESCO Assembly Meeting ke-29 diselenggarakan di Kantor Pusat UNESCO di Paris pada 21-29 Juni 2017.

Delegasi RI dipimpin Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Andi Eka Sakya dan terdiri dari Kemenko Kemaritiman, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) serta Perwakilan Tetap RI di UNESCO, Paris. (IwanY)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terpopuler

Sleepover dan Membangun Karakter

Di luar itu semua, ada juga yang kombinasi dari beberapa alasan di atas. Apa pun alasannya, kegiatan sleepover ternyata bermanfaat untuk membangun kohesi sosial, keterikatan serta pembangunan karakter, saling memahami, dan membangun sifat toleransi

Menag Kunjungi Rumah Penerima Bidik Misi IAIN Purwokerto

Kepada Emilia, gadis yang sudah ditinggal ibundanya sejak 40 hari kelahirannya, Menag berpesan agar program bidik misi ini terus diterima hingga kuliahnya selesai empat tahun atau delapan semester, maka prestasinya harus terjaga dan tidak boleh turun.

Kemendikbud Dorong Produser untuk Kembangkan Film yang Mendidik

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Pusat Pengembangan Perfilman (Pusbangfilm) memberikan apresiasi dan penghargaan kepada para produser yang filmnya berhasil mendapatkan lebih dari 1 juta penonton.

Kemenag Undang Siswa Madrasah Aliyah Ikuti Lomba Karya Ilmiah

Kementerian Agama melalui Direktorat Pendidkan Madrasah (Ditpenmad) kembali menggelar Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI). Event tahun ini merupakan gelaran kali kelima.

Indonesia dan Belanda Kerjasama Revitalisasi Pendidikan Kejuruan

JAKARTA -  Indonesia melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan Pemerintah Belanda melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, dan Sains menandatangani tiga naskah kerja sama di...

Berita Terkait

close