Senin, Oktober 18, 2021
  • Pendidikan
  • TV Literasi

Guru Jangan Malu Mengaku Salah

Baca Juga

JAKARTA – Pemerhati pendidikan dari Yayasan Cahaya Baru, Henny Supolo mengatakan guru yang dibutuhkan dalam pendidikan penguatan karakter adalah guru yang tidak malu mengaku salah.

“Guru boleh tidak tahu dan jangan malu untuk mengakui kesalahannya,” tegas Henny dalam diskusi Pendidikan Penguatan Karakter di Jakarta, Selasa (1/8).

Menurutnya, guru yang mengakui kesalahannya, tahu lingkungannya dan ingin memperbaikinya, menunjukkan bahwa dia memiliki kemerdekaan berpikir. Jika itu terjadi, maka masyarakat tak perlu lagi khawatir dengan pendidikan karakter anak.

Selain itu, guru yang dibutuhkan dalam penguatan karakter adalah guru yang siap menjadi murid.

“Guru yang siap menjadi murid maka dia menyadari bahwa dirinya bukan satu-satunya sumber ilmu,” tuturnya.

Selain perubahan paradigma terhadap guru, Anggota Tim Penguatan Pendidikan Karakter Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) Prof Djoko Saryono mengatakan pendidikan penguatan karakter dan literasi sangat diperlukan karena mengembalikan pada pendidikan berkebudayaan.

“Pendidikan tidak lagi menyiapkan anak ke dalam slot pekerjaan dan tidak lagi mencari tetapi juga menjadi pribadi yang kuat serta ada kompetensi yang diiringi dengan kualitas karakter,” kata Djoko.

Jika ada yang kuratif dan preventif tersebut itu soal lain. Tetapi pendidikan penguatan karakter dan gerakan literasi diiringi juga bersama antisipasi perubahan yang destruktif. Jadi bukan sekadar menyembuhkan penyakit tetapi pendidikan karakter memulangkan kembali ke substansi pemberdayaan sehingga menjadi pribadi utuh yang berakhlak mulia.

“Anak sekarang tidak hanya disebut generasi milenial tetapi juga di sisi lain sebagai ‘strawberry gen’. Indah, enak tapi gampang rusak. Oleh karena itu perlu pendidikan penguatan karakter yang tepat untuk generasi ini,” harapnya. (HA)

SumberAntara

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terpopuler

Sleepover dan Membangun Karakter

Di luar itu semua, ada juga yang kombinasi dari beberapa alasan di atas. Apa pun alasannya, kegiatan sleepover ternyata bermanfaat untuk membangun kohesi sosial, keterikatan serta pembangunan karakter, saling memahami, dan membangun sifat toleransi

Menag Kunjungi Rumah Penerima Bidik Misi IAIN Purwokerto

Kepada Emilia, gadis yang sudah ditinggal ibundanya sejak 40 hari kelahirannya, Menag berpesan agar program bidik misi ini terus diterima hingga kuliahnya selesai empat tahun atau delapan semester, maka prestasinya harus terjaga dan tidak boleh turun.

Kemendikbud Dorong Produser untuk Kembangkan Film yang Mendidik

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Pusat Pengembangan Perfilman (Pusbangfilm) memberikan apresiasi dan penghargaan kepada para produser yang filmnya berhasil mendapatkan lebih dari 1 juta penonton.

Kemenag Undang Siswa Madrasah Aliyah Ikuti Lomba Karya Ilmiah

Kementerian Agama melalui Direktorat Pendidkan Madrasah (Ditpenmad) kembali menggelar Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI). Event tahun ini merupakan gelaran kali kelima.

Indonesia dan Belanda Kerjasama Revitalisasi Pendidikan Kejuruan

JAKARTA -  Indonesia melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan Pemerintah Belanda melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, dan Sains menandatangani tiga naskah kerja sama di...

Berita Terkait

close