Minggu, April 18, 2021
  • Pendidikan
  • TV Literasi

Dubes: SMK Indonesia Harus Terkoneksi dengan Industri

Baca Juga

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Duta Besar Prancis untuk Indonesia Jean Charles Berthonnet mengatakan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Indonesia harus terhubung langsung dengan industri, agar lulusannya dapat langsung mempraktikkan ilmu mereka di dunia kerja.

Saat menyambut kepulangan guru-guru SMK Indonesia sehabis mengikuti pelatihan di Prancis, Dubes Berthonnet menyatakan hubungan erat antara sekolah kejuruan dengan sektor industri menjadi kekuatan dalam mengembangkan pendidikan kejuruan di Prancis.

“Saya rasa sekolah kejuruan di Prancis semakin berkembang karena para orang tua semakin menyadari SMK adalah jalan terbaik untuk mendapat akses ke pekerjaan,” ujarnya di Jakarta, Senin (11/12).

Pernyataan tersebut diperkuat dengan data yang menunjukkan bahwa 41 persen dari total pelajar tingkat menengah di Prancis memilih masuk ke sekolah kejuruan dan 53 persen mahasiswa menempuh pendidikan di kampus vokasi.

“Siswa yang dilatih langsung untuk praktik kerja akan dengan mudah menemukan pekerjaan di berbagai bidang industri,” tutur Dubes Berthonnet.

Pembelajaran tentang pengelolaan pendidikan kejuruan dengan menggandeng sektor industri dan pelatihan guru dilakukan untuk menindaklanjuti perjanjian kerja sama bidang pendidikan antara Prancis dan Indonesia yang ditandatangani pada Desember 2016.

Kerja sama yang didasarkan pada Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi SMK ini ditujukan untuk meningkatkan kualitas dan daya saing SDM Indonesia hingga 2020.

Untuk mendukung program tersebut, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI telah memberangkatkan 44 guru SMK untuk mengikuti pelatihan selama satu bulan di berbagai kampus kejuruan di Prancis, sesuai dengan kualifikasi kejuruan mereka seperti aeronotika, pariwisata, perhotelan dan tata boga, energi dan elektrifikasi, pengelasan, serta tekstil dan mode.

“Peserta yang terpilih untuk mengikuti pelatihan ini kami seleksi secara ketat. Tentu saja selain harus bisa berbahasa Inggris mereka juga harus memiliki pengetahuan yang cukup di bidang-bidang yang menjadi kualifikasi mereka,” kata Direktur Pembinaan Guru Pendidikan Menengah Kemdikbud Sri Renani Pantjastuti.

Selain Prancis, Kemdikbud juga menjalin kerja sama pelatihan guru dengan antara lain Jerman, Selandia Baru, dan Jepang, dengan menyesuaikan terhadap kecocokan dan keunggulan setiap negara.

“Misalnya di Prancis kami memilih jurusan aeronotika karena mereka punya industri airbus, sedangkan di Selandia Baru kami sedang menjajaki pelatihan untuk jurusan geothermal,” pungkas Sri Renani. (Ant/SU03)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terpopuler

Tingkat Literasi Pelajar Indonesia Masih Rendah, Inilah Hasil Survei PISA

Kompetensi membaca pelajar Indonesia menurut hasil survei PISA 2015 meraih nilai 397. Angka ini jauh di bawah  rata-rata OECD sebesar 493. Demikian pula skor kompetensi matematika hanya 386, tertinggal dari rata-rata OECD sebesar 490.

Inilah 14 Dosen IAIN Pekalongan Yang Lolos Nominee Bantuan Hibah Kemenag 2020

Pengumuman nominee tersebut merujuk pada Surat Keputusan yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia (Dirjen Pendis Kemenag RI) Nomor 5042 Tahun 2019, tertanggal 10 September 2019.

Berita Terkait

close