Kamis, Mei 26, 2022
  • Pendidikan
  • TV Literasi

Bantu Atasi Kemacetan, ITS Surabaya Rancang ISVeCS

Baca Juga

SURABAYA, SERUJI.CO.ID – Pertumbuhan kendaraan yang tinggi yang tidak dibarengi dengan pertumbuhan pembangunan jalan, telah menimbulkan kepadatan kendaraan di jalan raya, sehingga menimbulkan kemacetan yang tidak dapat dihindari. Terutama di kota-kota besar di Indonesia.

Untuk mengatasi hal tersebut, tim peneliti dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, mengembangkan teknologi yang bertujuan untuk memantau tingkat kepadatan lalu lintas di persimpangan jalan.

Tim peneliti yang berasal dari Departemen Teknik Komputer ITS, berhasil mengembangkan sebuah inovasi yang diberi nama ITS Smart Vehicle Counter System (ISVeCS).

Dengan memanfaatkan aliran frame video dari kamera IP, ISVeCS mampu menghitung jumlah kendaraan secara digital sebagai bentuk pengaturan lalu lintas yang lebih efektif dan efisien.

Ahmad Zaini ST MSc, salah satu tim peneliti ISVeCS, mengatakan dengan pemantauan yang dilakukan ISVeCS diharapkan tingkat kepadatan dapat diketahui dan kemacetan dapat diantisipasi dan segera diatasi.

“China dan Jepang pun sudah turut ambil bagian dalam pengembangan teknologi semacam ini. Namun, karena habitual berlalu lintas di Indonesia berbeda dengan negara lainnya, maka diperlukan pengembangan teknologi vehicle counter yang sesuai dengan kondisi lalu lintas di Indonesia,” ungkap Ahmad Zaini lewat rilis yang diterima SERUJI, Sabtu (27/1).

Baca juga: ITS Siap Pasarkan Mesin Cetak Braille Pertama Karya Anak Bangsa

Lebih lanjut, pria yang biasa disapa Zaini ini, mengungapkan bahwa ISVeCS mengandalkan kamera-kamera yang terpasang pada persimpangan jalan yang terhubung ke panel box yang berfungsi merekam dan mengolah data jumlah kendaraan disetiap persimpangan, kemudian dikirim ke pusat kontrol.

“Pusat kontrol akan mengkonversikan data yang diterima sebagai durasi pergantian lampu lalu lintas,” terangnya.

ISVeCS
Ahmad Zaini salah satu tim peneliti ISVeCS.

Selain mengembangkan ISVeCS, menurut Zaini, timnya juga telah mengembangkan alat sendiri sebagai daya dukung fungsi sistem pada kamer,a yaitu Single Board Computer (SBC) yang tidak hanya berfungsi untuk mengelola jumlah kendaraan, namun juga menghitung tingkat kepadatan dan mengambil jumlah kendaraan yang lewat dari masing-masing arah.

“Alat ini juga berfungsi untuk mengatur state lampu, sehingga pada t (variabel waktu, red) sekian lampu hijau atau merah harus nyala, imbuh dosen Teknik Komputer ini,” imbuhnya.

Baca juga: Dosen ITS Rancang Alat Percepat Diagnosa Tuberkolosis

Zaini mengungkapkan bahwa ISVeCS juga menawarkan inovasi tambahan, di mana ketika kamera sistem mengalami error maka sistem kerja akan berubah secara otomatis dengan mengambil data sebelumnya. Yakni data yang mendekati valid tetapi tidak riil.

“ISVeCS telah berhasil dipatenkan dan bekerja sama dengan pihak traffic light serta dikontrak oleh Dinas Perhubungan. ISVeCS akan diimplementasikan di daerah yang tidak terlalu padat, karena masih dalam proses uji coba. ISVeCS ini juga pernah dipamerkan di pameran kepolisian se-Asia Pasifik,” pungkasnya. (Devan/Zyk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terpopuler

Kursus Bahasa Indonesia di Universitas BBS Hungaria

JAKARTA - Budapest Business School (BBS), University of Applied Science, Hungaria, membuka kelas Bahasa Indonesia sebagai salah satu kursus bahasa yang dipilih mahasiswanya untuk...

Tingkat Literasi Pelajar Indonesia Masih Rendah, Inilah Hasil Survei PISA

Kompetensi membaca pelajar Indonesia menurut hasil survei PISA 2015 meraih nilai 397. Angka ini jauh di bawah  rata-rata OECD sebesar 493. Demikian pula skor kompetensi matematika hanya 386, tertinggal dari rata-rata OECD sebesar 490.

Perpustakaan Tulungagung Dapat Tambahan Koleksi Sebanyak 586 Judul Buku

Sebanyak 586 judul buku baru tersebut terdiri dari 365 judul dalam bentuk buku elektronik (e-book), dan 221 judul dalam bentuk buku fisik dengan jumlah buku sebanya 275 buah.

Luar Biasa, 80 Persen Siswa di Sekolah Ini Langsung Diterima Bekerja di Industri

“Sekolah kami untuk siap kerja, bukan untuk kuliah. Kami bisa menerima siswa yang ingin kuliah, tetapi kami utamakan (perguruan tinggi) yang sudah kerja sama (dengan kami),” ujar Kepala Sekolah.

Berita Terkait

close