Jumat, Mei 27, 2022
  • Peristiwa
  • TV Literasi

Bantah Disdik DKI, Anies Tegaskan Tidak Akan Cabut KJP Pelajar Yang Demo di DPR

Baca Juga

JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menegaskan bahwa ia tidak akan mencabut Kartu Jakarta Pintar (KJP) para pelajar Jakarta yang terlibat aksi demonstrasi terkait UU KPK, RUU KUHP dan lainnya yang baru-bari ini terjadi di Gedung DPR RI Jakarta.

Hal itu disampaikan Anies, membantah pernyataan Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta, Ratiyono yang mengatakan Pemprov DKI Jakarta akan mencabut KJP pelajar yang melakukan tindak kriminal saat demo.

Anies menjelaskan bahwa kewajiban pemerintah menjamin kelangsung pendidikan anak usia sekolah hingga tuntas. Sehingga, katanya, jika anak berbuat salah seharusnya dibina dan dididik lebih jauh di sekolah, bukan malah dicabut KJP-nya.

“Terkait dengan KJP itu begitu, anak ini sulit sekolah karena tidak ada biaya. Kalau kemudian KJP-nya dicabut, bisa sekolah dari mana nanti? Kan justru tidak sejalan dengan tujuan pemerintah mendidik semua anak,” kata Anies di Kantor Walikota Jakarta Barat, Rabu (2/10).

Sebelumnya, Anies juga menyampaikanb bahwa pihaknya tidak pernah berencana mencabut KJP terhadap anak yang terlibat aksi unjuk rasa.

“Saya tak pernah menggariskan pencabutan KJP. Yang harus adalah pembinaan lebih jauh, orangtua dipanggil, anak dipanggil, diajak diskusi.  Jadi mereka didik lebih jauh,” ujarnya.

Terkait pelajar yang melakukan tindak kriminal saat aksi unjuk rasa, Anies menyerahkan sepenuhnya penanganannya pada aparat kepolisian.

“Begitu nyangkut urusan pidana, maka ia berhadapan dengan hukum. Tapi secara tanggung jawab pendidikan, negara tetap terus menjalankan tugasnya, mendidik setiap orang,” tukas mantan Menteri Pendidikan ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terpopuler

Kursus Bahasa Indonesia di Universitas BBS Hungaria

JAKARTA - Budapest Business School (BBS), University of Applied Science, Hungaria, membuka kelas Bahasa Indonesia sebagai salah satu kursus bahasa yang dipilih mahasiswanya untuk...

Tingkat Literasi Pelajar Indonesia Masih Rendah, Inilah Hasil Survei PISA

Kompetensi membaca pelajar Indonesia menurut hasil survei PISA 2015 meraih nilai 397. Angka ini jauh di bawah  rata-rata OECD sebesar 493. Demikian pula skor kompetensi matematika hanya 386, tertinggal dari rata-rata OECD sebesar 490.

Perpustakaan Tulungagung Dapat Tambahan Koleksi Sebanyak 586 Judul Buku

Sebanyak 586 judul buku baru tersebut terdiri dari 365 judul dalam bentuk buku elektronik (e-book), dan 221 judul dalam bentuk buku fisik dengan jumlah buku sebanya 275 buah.

Luar Biasa, 80 Persen Siswa di Sekolah Ini Langsung Diterima Bekerja di Industri

“Sekolah kami untuk siap kerja, bukan untuk kuliah. Kami bisa menerima siswa yang ingin kuliah, tetapi kami utamakan (perguruan tinggi) yang sudah kerja sama (dengan kami),” ujar Kepala Sekolah.

Berita Terkait

close