Jumat, Mei 27, 2022
  • TV Literasi

Anies Berharap Setu Babakan Jadi Pusat Rujukan dan Penelitian Budaya Betawi

Baca Juga

JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berharap Perkampungan Budaya Betawi (PBB) Setu Babakan bukan saja menjadi destinasi wisata dan pusat kebudayaan, tetapi juga dikenal sebagai pusat pengembangan dan publikasi budaya Betawi.

Dilansir Liputan6.com, Senin (16/9) Anies berharap Setu Babakan bisa menjadi rujukan untuk penelitian lokal maupun internasional dan tidak saja jadi pusat kebudayaan tapi juga pusat pengembangan dan publikasi budaya Betawi.

“Ingin tahu tentang kampung Betawi, datang ke sini. Ingin penelitian, datang ke sini. Ingin menulis, datang ke sini,” kata Anies saat menghadiri Milad ke-19 Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan di Jalan M Kahfi II, Srengseng Sawah, Jakarta Selatan, Ahad (15/9).

Anies mengatakan peringatan ulang tahun PBB Setu Babakan yang diselenggarakan setiap Muharam harus menjadi momentum agar kawasan tersebut tumbuh berkembang bukan saja secara fisik, tapi ada kajian-kajiannya.

Anies berharap, budaya Betawi benar-benar dapat menjadi tuan rumah di tanah sendiri dan memesona tamu dari tempat lain, termasuk dunia internasional.

“Ini karena masyarakat Betawi sekarang sudah ada di mana-mana, bukan hanya di Jakarta. Banyak yang sudah keluar. Yang keluar, mereka harus menjadi tamu memesona. Yang di Jakarta, mereka menjadi tuan rumah. Karena itu, saya berharap kita dorong sama-sama. Nanti kita ikut fasilitasi,” terangnya.

Menurut Anies, usia 19 tahun bukan waktu yang singkat dalam perhitungan umur manusia. Untuk itu, Anies mengapresiasi upaya dari para pengurus, khususnya Forum Pengkajian dan Pengembangan Perkampungan Budaya Betawi yang sudah konsisten melestarikan maupun mengembangkan kebudayaan Betawi.

Ia menambahkan, dalam rangka ikut melestarikan dan mengembangkan kebudayaan Betawi, Pemprov DKI Jakarta telah menyelenggarakan Jakarta Muharam Festival di Bundaran HI maupun pertunjukan lenong di Balai Kota.

Anies berharap kegiatan ekspresi kesenian dan kebudayaan khas Betawi mendapatkan panggung sekaligus bisa dilaksanakan secara berkala, berkelanjutan, dan mendapatkan tempat untuk generasi anak muda.

Perayaan milad ke-19 ini dimeriahkan dengan pentas seni budaya Betawi, mulai dari ondel-ondel, palang pintu, gambang kromong, hingga keroncong Betawi.

Selain pertunjukan seni budaya Betawi, perayaan milad juga diramaikan dengan bazar 24 kuliner khas Betawi, seperti, laksa, toge goreng, nasi uduk, kerak telor, soto Betawi, gado-gado, selendang mayang, dan kuliner Betawi lainnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terpopuler

Kursus Bahasa Indonesia di Universitas BBS Hungaria

JAKARTA - Budapest Business School (BBS), University of Applied Science, Hungaria, membuka kelas Bahasa Indonesia sebagai salah satu kursus bahasa yang dipilih mahasiswanya untuk...

Tingkat Literasi Pelajar Indonesia Masih Rendah, Inilah Hasil Survei PISA

Kompetensi membaca pelajar Indonesia menurut hasil survei PISA 2015 meraih nilai 397. Angka ini jauh di bawah  rata-rata OECD sebesar 493. Demikian pula skor kompetensi matematika hanya 386, tertinggal dari rata-rata OECD sebesar 490.

Perpustakaan Tulungagung Dapat Tambahan Koleksi Sebanyak 586 Judul Buku

Sebanyak 586 judul buku baru tersebut terdiri dari 365 judul dalam bentuk buku elektronik (e-book), dan 221 judul dalam bentuk buku fisik dengan jumlah buku sebanya 275 buah.

Luar Biasa, 80 Persen Siswa di Sekolah Ini Langsung Diterima Bekerja di Industri

“Sekolah kami untuk siap kerja, bukan untuk kuliah. Kami bisa menerima siswa yang ingin kuliah, tetapi kami utamakan (perguruan tinggi) yang sudah kerja sama (dengan kami),” ujar Kepala Sekolah.

Berita Terkait

close