Jumat, November 27, 2020
  • Pendidikan
  • TV Literasi

Rendahnya Minat Sekolah Di Kalangan Anak Jalanan Mendapat Perhatian Wali Kota Surabaya

Baca Juga

SURABAYA, SERUJI.CO.ID – Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini menyikapi rendahnya minat sekolah di kalangan anak-anak jalanan, meski pemerintah kota setempat telah membuat program pendidikan gratis mulai dari TK, SD, SMP hingga SMA/SMK.

Risma di Surabaya, Rabu (3/4), mengatakan program pendidikan gratis yang dimulai sejak 2011 itu diharapkan semua anak di Kota Surabaya bisa mengejar pendidikan yang layak. Namun, anak-anak yang tinggal di distrik lampu merah, menunjukkan minat yang sangat rendah ke sekolah.

“Untuk mengatasi masalah ini, kami memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk mendaftarkan sekolah gratis yang terletak di tempat terdekat dengan rumah mereka,” ujar Risma.

Tidak hanya bebas biaya sekolah, lanjut Risma pemerintah kota juga mendukung anak-anak dengan seragam gratis, tas, sepatu, dan peralatan sekolah lainnya yang dibutuhkan.

Namun, ada permasalahan lain yang membuatnya harus mengambil langkah cepat yakni anak-anak jalanan lebih memilih untuk tidak bersekolah. Hal ini dikarenakan anak-anak jalanan itu terbiasa mendapatkan uang dengan menjadi pengemis atau bernyanyi di jalan.

Untuk itu, Risma kemudian membangun tempat perlindungan gratis untuk menampung anak-anak tersebut dengan memberikan mereka perawatan yang tepat, serta dukungan untuk pengembangan bakat.

Tempat perlindungan anak-anak tersebut adalah Pondok Sosial Kampung Anak Negeri yang berlokasi di Jalan Wonorejo Timur No. 130 Rungkut, Surabaya. Di Kampung Anak Negeri itu dilakukan pembinaan terhadap anak-anak jalanan, anak putus sekolah, hingga anak-anak dengan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS).

Ia menyebut Kampung Anak Negeri merupakan salah satu contoh keberhasilan dalam upaya penanganan terhadap anak-anak jalanan di Surabaya. Kampung Anak Negeri dianggap berhasil mencetak sejumlah anak jalanan meraih berbagai prestasi baik di tingkat regional maupun nasional. Tentunya hal ini menjadi motivasi bagi anak-anak lainnya di Surabaya.

“Saat ini, kami bangga melihat banyak prestasi yang dibuat oleh anak jalanan dalam kompetisi regional atau nasional,” kata ia.

Kesuksesan Kampung Anak Negeri ini juga menjadi salah satu materi yang disampaikan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini saat menjadi pembicara dalam St. Petersburg International Educational Forum ke-10 di Rusia pada 25 hingga 29 Maret 2019. Forum yang dihadiri lebih dari 20 ribu orang dari berbagai negara ini bertujuan membahas berbagi isu-isu pendidikan dari berbagai penjuru dunia.

SumberAnt

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terpopuler

Perpustakaan Tulungagung Dapat Tambahan Koleksi Sebanyak 586 Judul Buku

Sebanyak 586 judul buku baru tersebut terdiri dari 365 judul dalam bentuk buku elektronik (e-book), dan 221 judul dalam bentuk buku fisik dengan jumlah buku sebanya 275 buah.

Inilah 14 Dosen IAIN Pekalongan Yang Lolos Nominee Bantuan Hibah Kemenag 2020

Pengumuman nominee tersebut merujuk pada Surat Keputusan yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia (Dirjen Pendis Kemenag RI) Nomor 5042 Tahun 2019, tertanggal 10 September 2019.

Sleepover dan Membangun Karakter

Di luar itu semua, ada juga yang kombinasi dari beberapa alasan di atas. Apa pun alasannya, kegiatan sleepover ternyata bermanfaat untuk membangun kohesi sosial, keterikatan serta pembangunan karakter, saling memahami, dan membangun sifat toleransi

Berita Terkait

close