Senin, Oktober 18, 2021
  • Pendidikan
  • TV Literasi

Siswa Difabel Tulungagung Mengikuti UNBK

Baca Juga

TULUNGAGUNG, SERUJI.CO.ID – Sebanyak 18 siswa berkebutuhan khusus (difabel) di sejumlah SLB-A PGRI Kedungwaru, Tulungagung, Jawa Timur mengikuti ujian nasional berbasis kertas (UNBK) yang digelar mulai Senin (1/4), Selasa (2/4) dan Kamis (6/4).

Salah satu ujian untuk siswa difabel terpantau di SLB/SMALB PGRI Kedungwaru, Tulungagung, Selasa (2/4), di mana seorang siswa tuna netra mengerjakan soal matematika di lembaran kertas braile.

“Di sini siswa yang mengikuti ujian nasional hanya satu siswa tuna netra, lainnya ada di SMALB lain,” kata Kepala SLB-A PGRI Kedungwaru, Tulungagung Lilik Asmarini.

Tidak ada kendala berarti dalam pelaksanaan UN braile di sekolah tersebut.

Fajar Calvino Samsu Duha (20), siswa tuna netra yang menjadi satu-satunya peserta UN braile di sekolah tersebut mengerjakan soal demi soal dengan mengandalkan kemampuan baca tulisan braile menggunakan ujung jari-jemarinya.

Pada hari pertama UN braile mata pelajaran Bahasa Indonesia, Fajar mengaku cukup lancar mengerjakan soal.

Namun pada hari kedua UN dengan mata ujian matematika Fajar sempat merasa kesulitan.

“Matematika agak sulit karena harus menghitung. Ada beberapa soal perkalian yang sulit dan mengerjakannya menjadi lama,” kata ia.

Seperti pelaksanaan ujian pada umumnya, Fajar juga diawasi oleh dua orang pengawas.

“Standar kelulusannya juga ditentukan oleh pusat sehingga kita mengikuti,” kata Lilik.

Pihak sekolah sendiri juga menggelar sejumlah uji coba sebagai persiapannya untuk mengikuti UNBK ini.

Pendalaman materi mata pelajaran yang akan diujikan juga dilakukan oleh para guru.

Berdasarkan data Dinas Pendidikan Tulungagung, selain di SLB-A PGRI Kedungwaru, ujian nasional untuk siswa berkebutuhan khusus di wilayah Kabupaten Tulungagung juga diselenggarakan di SLB-C Negeri Tulungagung dengan jumlah peserta tuna wicara sebanyak empat siswa, di SLB-B Negeri Tulungagung sebanyak tujuh (7) siswa, dan di SMALBS Bintara sebanyak enam (6) siswa.

SumberAnt

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terpopuler

Sleepover dan Membangun Karakter

Di luar itu semua, ada juga yang kombinasi dari beberapa alasan di atas. Apa pun alasannya, kegiatan sleepover ternyata bermanfaat untuk membangun kohesi sosial, keterikatan serta pembangunan karakter, saling memahami, dan membangun sifat toleransi

Menag Kunjungi Rumah Penerima Bidik Misi IAIN Purwokerto

Kepada Emilia, gadis yang sudah ditinggal ibundanya sejak 40 hari kelahirannya, Menag berpesan agar program bidik misi ini terus diterima hingga kuliahnya selesai empat tahun atau delapan semester, maka prestasinya harus terjaga dan tidak boleh turun.

Kemendikbud Dorong Produser untuk Kembangkan Film yang Mendidik

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Pusat Pengembangan Perfilman (Pusbangfilm) memberikan apresiasi dan penghargaan kepada para produser yang filmnya berhasil mendapatkan lebih dari 1 juta penonton.

Kemenag Undang Siswa Madrasah Aliyah Ikuti Lomba Karya Ilmiah

Kementerian Agama melalui Direktorat Pendidkan Madrasah (Ditpenmad) kembali menggelar Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI). Event tahun ini merupakan gelaran kali kelima.

Indonesia dan Belanda Kerjasama Revitalisasi Pendidikan Kejuruan

JAKARTA -  Indonesia melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan Pemerintah Belanda melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, dan Sains menandatangani tiga naskah kerja sama di...

Berita Terkait

close